PALANGKA RAYA – Selama Maret 2023, frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah mencapai 704 kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 13,55 persen dibanding Februari 2023. Peningkatan frekuensi kunjungan kapal terjadi di Pelabuhan Kumai 95 kunjungan dan Pelabuhan Sampit 7 kunjungan. “Sementara itu, frekuensi kunjungan kapal di Pelabuhan Pulang Pisau dan Pangkalan Bun mengalami penurunan masing-masing sebanyak 14 kunjungan dan 4 kunjungan,” kata Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro, beberapa waktu lalu. Sejalan dengan frekuensi kunjungan,
jumlah penumpang kapal juga mengalami peningkatan sebesar 7,94 persen, dari 27.617 orang pada Februari 2023 menjadi 29.810 orang pada Maret 2023.

beberapa waktu lalu.
“Peningkatan jumlah penumpang berasal dari jumlah penumpang berangkat naik sebesar 25,08 persen, meskipun jumlah penumpang datangturun sebesar 8,25 persen,” ungkapnya. Mengenai volume arus barang juga mengalami peningkatan sebesar 12,77 persen, dari 1,31 juta ton pada Februari 2023 menjadi 1,48 juta ton pada Maret 2023 “Peningkatan volume barang berasal dari volume bongkar barang yang naik sebesar 16,52 persen dan volume muat barang yang naik sebesar 11,12 persen,” jelas Eko. Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, lanjut Eko, frekuensi kunjungan kapal di Kalimantan Tengah pada Maret 2023 mengalami
kenaikan sebesar 2,03 persen, yaitu dari 690 kunjungan pada Maret 2022 menjadi 704 kunjungan pada Maret Jumlah penumpang kapal juga mengalami kenaikan sebesar 18,04 persen. Jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 12,44 persen dan berangkat naik 22,78 persen. “Sementara volume arus barang mengalami penurunan sebesar 27,47 persen. Penurunan ini berasal dari volume muat barang yang turun sebesar 39,01 persen, sedangkan volume bongkar barang meningkat sebesar 22,77 persen,” ulasnya. Menurut Eko, Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang dan barang di Kalteng selama Maret 2023. Dari 29.810 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 76,00 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 24,00 persen melalui Pelabuhan Sampit.
“Untuk volume arus barang yang mencapai 1,48 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai 44,32 persen dan Pelabuhan Sampit 43,11 persen,” tandasnya. (aza)
