KKN Selesai, Ratusan Mahasiswa Dikembalikan

oleh

KUALA KURUN – Sebanyak lebih dari 285 mahasiswa dari Universitas Palangka Raya (UPR) dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) telah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Setelah menjalani KKN selama satu setengah bulan, mereka kini kembali ke Kota Palangka Raya untuk melanjutkan proses belajar mengajar di kampus.

bannerads728x90

Pj Bupati Gumas, Herson B. Aden, menyatakan bahwa pihaknya telah resmi melepas para mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kecamatan Manuhing, Rungan Barat, dan Rungan. “Sebanyak 285 orang mahasiswa, teman-teman, dan adik-adik kita dari IAKN dan UPR telah kami lepas, dan mereka akan kembali ke kampus untuk melanjutkan pendidikan mereka,” ujar Herson, Minggu (18/8).

SEPANYA/ KALTENG POS GROUP
MELEPASKAN : Pj Bupati Gumas Herson B Aden bersama LPPM UPR Yorgen dan camat
Manuhing sedang melepaskan masiswa di kantor camat setempat, Minggu (18/8).

Herson juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar mereka dapat meraih kesuksesan di masa depan dan menjadi tuan rumah yang baik di daerah mereka sendiri.

Mengingat kedekatan Kalimantan Tengah dengan Ibu Kota Negara (IKN), dia menekankan pentingnya kesiapan dan peran aktif mereka di daerah.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPR, Yorgen K. Nahan, menjelaskan bahwa kegiatan KKN dimulai sejak 8 Juli hingga 19 Agustus, dengan penempatan mahasiswa di beberapa kecamatan termasuk Manuhing, Rungan Barat, dan Rungan.

Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa KKN dari UPR yang tersebar di seluruh Kalimantan Tengah mencapai 2.183 orang. “Kami berharap melalui KKN ini, mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM, Bumdes, dan aspek lain di desa,” ujar Yorgen.

Camat Manuhing, Bambang, juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan KKN yang dilakukan para mahasiswa. Dia berharap agar kegiatan KKN seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang, mengingat kontribusi positif yang telah diberikan oleh mahasiswa UPR dan IAKN di wilayahnya. “Kami berharap KKN dapat diadakan lagi di tempat kami, karena hasil kerja nyata yang dilakukan mahasiswa cukup bagus dan memberikan dampak positif bagi desa,” tandas Bambang. (nya/uni)