PULANG PISAU-Tim dosen Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Bahu Palawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Produk Herbal seperti Serbuk Jamu dan Wedang Uwuh dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Kearifan Lokal” tersebut dilaksanakan pada 31 Agustus 2025 di Balai Desa Tuwung.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Penguatan Ketahanan Kesehatan melalui Pemberdayaan dan Transformasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi Produk Herbal Berbasis Kearifan Lokal”. Program ini didukung dari dana hibah BIMA (DPPM Kemdiktisaintek) melalui kontrak nomor 0805/UN24.13/AL.04/2025.

Tim dosen Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Bahu Palawa, Kecamatan Kahayan Tengah.
Tim pelaksana terdiri dari dosen Program Studi Kimia FMIPA dan Program Studi Pendidikan Dokter FK, dengan dukungan dua mahasiswa UPR.
Ketua pelaksana, Marvin Horale Pasaribu, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari hasil komunikasi dengan Ketua PKK Desa Bahu Palawa, Elverida Dwita Magdalena Sitompul, dan Kepala Desa mengenai potensi TOGA sebagai penunjang kesehatan sekaligus peluang usaha.
“Kami ingin ibu-ibu PKK mampu mengolah tanaman lokal seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, bawang dayak, hingga rosela menjadi produk herbal siap konsumsi. Harapannya, selain menyehatkan, produk ini juga bernilai ekonomi,” ungkap Marvin.
Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Sebelumnya, pada awal Agustus, tim bersama PKK melakukan revitalisasi lahan kosong untuk ditanami TOGA. Dilanjutkan pada 18–27 Agustus, tim merancang dan membuat drying oven sebagai teknologi pengeringan bahan herbal agar lebih awet, sekaligus merumuskan formulasi produk.
Tahap akhir adalah pelatihan praktik pembuatan serbuk jamu dan wedang uwuh, mulai dari persiapan bahan, teknik pengeringan, pencampuran, hingga pengemasan.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Produk hasil pelatihan tidak hanya dapat dikonsumsi warga untuk menjaga kesehatan, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan desa. Ketua PKK Desa Bahu Palawa, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Ibu-ibu PKK jadi lebih tahu cara mengolah tanaman obat keluarga menjadi produk herbal yang bermanfaat,” ujar Elverida, Ketua PKK Bahu Palawa.
“Ke depan, kami berharap bisa mengembangkan produk ini tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai usaha bersama yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga,”tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa UPR yang terlibat, dengan mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah ke lapangan nyata, serta melatih kemampuan komunikasi dan problem solving.
Dengan langkah ini, Desa Bahu Palawa diharapkan mampu tumbuh sebagai desa sehat sekaligus produktif, menjadikan tanaman obat keluarga tidak sekadar ditanam, tetapi juga bernilai guna dan bernilai jual.(ram/b5)

