Disdik Palangka Raya Wacanakan Ekskul E-Sport di SMP

oleh

PALANGKA RAYA– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya mewacanakan pembentukan ke giatan ekstrakurikuler (ekskul) e-sport atau game online di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

bannerads728x90

Program tersebut disiapkan sebagai wadah pembinaan minat dan bakat siswa di bidang olahraga elektronik yang kini telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga, dengan sasaran awal terutama sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan Palangka Raya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan konsep yang disiapkan bukan sekadar memberikan ruang bagi siswa bermain game, melainkan membangun ekosistem pembinaan e-sport di lingkungan sekolah. Ia menyebut sekolah di wilayah perkotaan dinilai lebih siap untuk memulai program tersebut karena didukung akses teknologi yang lebih memadai dan minat siswa yang cukup tinggi terhadap dunia digital.

SHAFA KAMILA/KALTENG POS
Aprae Vico Ranan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya

β€œKami ingin mencoba membangun ekosistem baru di SMP melalui ekstrakurikuler e-sport. Tetapi konsepnya tidak semua anak bisa masuk. Ada syarat yang harus dipenuhi, terutama standar minimal nilai akademik,” ujarnya saat ditemui, Senin (13/7).

Vico menjelaskan persyaratan tersebut diterapkan agar kegiatan ekstrakurikuler tidak dijadikan tempat pelarian bagi siswa yang kurang berminat belajar. Sebaliknya, keberadaan ekskul e-sport diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan prestasi akademik agar dapat bergabung dalam tim sekolah.

β€œE-sport sekarang sudah menjadi cabang olahraga, bukan lagi sekadar hiburan. Kalau dibina dan diarahkan dengan baik, tentu manfaatnya positif. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita bisa melahirkan atlet-atlet e-sport dari Kota Palangka Raya,” katanya.

Selain itu, Disdik juga berencana menggandeng pengurus e-sport di Kota Palangka Raya untuk menyusun pola pembinaan yang tepat.

Setelah ekosistem e-sport terbentuk di masing-masing sekolah, Disdik akan mempertimbangkan penyelenggaraan kompetisi antarsekolah sebagai ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet.

β€œYang kami ba ngun lebih dulu adalah ekosistemnya di sekolah.

Kalau sudah ter bentuk, baru nanti bisa dipertemukan dalam sebuah turnamen antarsekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Vico menilai peluang pengembangan e-sport cukup besar mengingat sebagian besar pelajar, khususnya di sekolah-sekolah perkotaan, sudah akrab dengan penggunaan gawai dan permainan digital. Dengan konsep tersebut, Disdik berharap mampu mencetak atlet-atlet e-sport muda yang tetap unggul secara akademik sekaligus mampu mengharumkan nama Kota Palangka Raya. (sos/afa/ktk-5/uyi)