GPM Serentak, Jaga Harga Tak Melonjak

oleh

Sejumlah Komoditas Disediakan dengan Subsidi Rp2 ribu hingga Rp10 ribu per Item

bannerads728x90

PALANGKA RAYA-Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, mulai dari Ramadan 1447 Hijriah, Idul­fitri, Tahun Baru Imlek hingga Hari Raya Nyepi, antrean panjang sudah terlihat sejak pagi di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Jumat (13/2).

Warga berdesakan demi mendapatkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dari pasaran.

Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan H Agustiar Sabran dan H Edy Pratowo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari program nasional stabilisasi pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di sembilan kabupaten/kota di Kalteng.

ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
PROGRAM NASIONAL: Pemprov Kalteng melaksanakan kegiatan GPM serentak di sembilan daerah di Kalteng pada Jumat (13/2).

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, mengatakan GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menahan laju kenaikan harga agar tidak melonjak, kegiatan ini sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Ini Gerakan Pangan Murah dalam rangka menghadapi hari raya besar keagamaan nasional. Mulai dari Ramadan, Idulfitri, Imlek hingga Nyepi. Kegiatan ini dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat agar bisa menjangkau kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah komoditas disediakan dengan subsidi dari Rp2 ribu hingga Rp10 ribu per item oleh Dinas Ketahanan Pangan. Di antaranya beras premium bersubsidi sekitar 10 ton, bawang merah 350 kilogram, bawang putih 250 kilogram, gula konsumsi 1 ton, minyak goreng kemasan 1.000 liter, serta telur ayam ras sebanyak 500 tray.

Menurut Yuas, pelaksanaan GPM tersebut dilakukan serentak di sembilan daerah, yakni Provinsi Kalteng, Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan dan Kota Palangka Raya. Kabupaten lainnya akan menyusul dalam periode Februari.

“Ini kebijakan pemerintah dalam mengikuti kegiatan nasional yang diinstruksikan kepada daerah. Tadi bersama-sama dibuka oleh Bapak Menteri. Pesannya jelas, harga tidak boleh naik melebihi Harga Eceran Tertinggi maupun harga acuan pemerintah. Diharapkan para pedagang tidak menaikkan harga, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” tegasnya.

Terkait ketersediaan stok pangan, Yuas memastikan dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil rapat terakhir, stok beras di Kalteng tercatat sekitar 14.706 ton dan diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan.

“Kalau stok kita cukup. Hitungan Bulog masih aman sampai enam bulan. Yang harus kita awasi bersama adalah pergerakan harga di pasaran,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, menambahkan bahwa GPM merupakan program pemerintah pusat yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Kalteng sesuai visi dan misi gubernur H. Agustiar Sabran dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“GPM ini program nasional, tetapi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga memiliki komitmen kuat terhadap ketahanan pangan. Kegiatan ini menggunakan dana APBD Provinsi Kalimantan Tengah dan juga didukung Badan Pangan Nasional,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Kalteng merupakan wilayah konsumen yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah untuk sejumlah komoditas pangan.

“Kita pahami bersama, komoditas pangan ini sangat krusial karena Kalteng bukan daerah penghasil utama, melainkan konsumen. Maka memastikan pangan tersedia, terdistribusi dengan baik, aman dan layak konsumsi menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, GPM kali ini merupakan pelaksanaan kelima sepanjang tahun berjalan. Empat kali sebelumnya telah digelar di sejumlah kecamatan di Palangka Raya.

Dalam kegiatan tersebut, selain komoditas dari Dinas Ketahanan Pangan, juga tersedia produk dari berbagai pihak, seperti ID FOOD, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kelautan dan Perikanan yang menyediakan ikan segar.

Dari sisi harga, selisih dengan pasaran cukup signifikan. Beras premium 5 kilogram dijual Rp59 ribu, beras SPHP 5 kilogram Rp58 ribu, gula konsumsi Rp15 ribu per kilogram, bawang merah Rp32 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram, minyak goreng merek Fortune 1 liter Rp17 ribu, telur omega 10 butir Rp20 ribu, serta telur ayam ras satu rak Rp50 ribu. Tersedia pula aneka frozen food, produk UMKM, sayur-sayuran dan ikan segar.

Contohnya beras, di sini kita jual Rp58 ribu sampai Rp59 ribu, sementara di pasaran sudah di atas Rp60 ribu bahkan ada yang Rp70 ribu. Gula di sini Rp15 ribu, di pasar bisa di atas Rp18 ribu. Subsidi yang kami berikan berkisar Rp2 ribu sampai Rp10 ribu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga, Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan harian di empat daerah indikator inflasi, yakni Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun), Sukamara dan Palangka Raya.

“Kami sudah menempatkan enumerator di pasar-pasar untuk mencatat pergerakan harga secara real-time. Laporan disampaikan setiap hari dan diteruskan ke Badan Pangan Nasional. Jika terjadi kenaikan signifikan, kami akan melakukan intervensi,” katanya.

Ia juga memastikan ketersediaan bahan pangan secara umum dalam kondisi aman, meskipun beberapa komoditas masih bergantung pada suplai luar pulau.

“Untuk beras, stok kita aman lebih dari enam bulan. Namun memang ada beberapa komoditas yang tergantung pasokan luar, sehingga jalur distribusi harus kita awasi agar tetap lancar dan harga tidak melonjak,” tandasnya.

Pantauan Kalteng Pos di lapangan, antusiasme warga cukup tinggi. Mayoritas pembeli adalah ibu rumah tangga yang rela mengantre demi mendapatkan harga lebih murah. Kepadatan sempat terjadi, bahkan warga terlihat saling dorong karena khawatir kehabisan stok.

Ariyani (43), salah satu warga, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Ia membeli beras, bawang merah, gula dan ayam untuk kebutuhan dapur.

“Harganya lebih murah dari pasaran. Lumayan sekali membantu, apalagi mau Ramadan. Memang harus antre dan berdesakan, tapi daripada beli mahal di pasar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yonatan (33) yang membeli ikan, gula, beras dan minyak goreng. Ia berharap kegiatan serupa lebih sering digelar.

“Kalau bisa jangan cuma sekali. Ini sangat membantu masyarakat,” katanya singkat.

Dengan pelaksanaan serentak di berbagai daerah dan pengawasan harga secara ketat, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga hingga memasuki puncak perayaan hari-hari besar keagamaan mendatang.

Kegiatan serupan juga dilaksanakan di di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Jumat (13/2). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, sayur-mayur hingga ikan segar disajikan kepada warga dengan harga di bawah pasaran. Kehadiran GPM dinilai membantu masyarakat dalam menjaga daya beli, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan saat Ramadan.

GPM kali ini terasa istimewa karena tidak hanya digelar dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Imlek serta Hari Raya Nyepi, sehingga cakupan dan kolaborasi kegiatan menjadi lebih luas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan bagian dari program nasional yang digelar secara serentak di berbagai daerah.

“Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 32 provinsi serta sekitar 254 kabupaten dan kota. Salah satunya adalah Kota Palangka Raya,” ujar Sugiyanto ketika ditemui awak media.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dengan sejumlah mitra strategis.

“Ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Bank Indonesia, Bulog, ID Food, Wilmar, serta hiCermart Duta Mall yang turut berpartisipasi dalam GPM ini,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Perikanan Kota Palangka Raya juga ambil bagian dengan menyediakan ikan patin seharga Rp23.000 per kilogram, harga yang dinilai sangat terjangkau bagi masyarakat.

Sugiyanto menegaskan bahwa GPM terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi melalui pamflet dan platform media sosial beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung.

“GPM ini memang untuk masyarakat luas. Sosialisasi sudah kami lakukan sebelumnya, dan hari ini bisa kita lihat bersama, sejak pagi warga sudah memadati lokasi,” katanya.

Ke depan, Sugiyanto menegaskan pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan pemantauan harga pangan di pasar tradisional maupun modern.

“Kami bersama TPID akan memantau harga pangan di pasar, terutama menjelang Ramadan. Biasanya sekitar dua hari sebelum puasa, pergerakan harga mulai terlihat,” bebernya.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemko Palangka Raya berharap dapat membantu menekan laju inflasi serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan. (ovi/ham/ala)

PEMPROV KALTENG GELAR PANGAN MURAH

Tujuan Utama

  • Stabilkan pasokan dan harga pangan
  • Kendalikan inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
  • Jaga daya beli masyarakat
  • Pastikan harga tidak melebihi HET dan harga acuan pemerintah

Serentak Di 9 Daerah

  • Pemprov Kalteng
  • Murung Raya
  • Barito Utara
  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Katingan
  • Kota Palangka Raya
  • Kabupaten lain menyusul sepanjang Februari.

Komoditas Bersubsidi

(Subsidi Rp2.000 – Rp10.000 per item)

  • Beras premium: ±10 ton
  • Bawang merah: 350 kg
  • Bawang putih: 250 kg
  • Gula konsumsi: 1 ton
  • Minyak goreng: 1.000 liter
  • Telur ayam ras: 500 tray

Harga GPM Vs Pasaran

Komoditas                          Harga GPM         Harga Pasar

Beras Premium 5 kg        Rp59.000              >Rp60.000 – Rp70.000

Beras SPHP 5 kg                                Rp58.000              >Rp60.000

Gula Konsumsi                  Rp15.000/kg       >Rp18.000

Bawang Merah                 Rp32.000/kg       Lebih tinggi

Bawang Putih                    Rp30.000/kg       Lebih tinggi

Minyak Goreng 1L           Rp17.000              Lebih tinggi

Telur Omega (10 butir)  Rp20.000              Lebih tinggi

Telur Ayam Ras (1 rak)   Rp50.000              Lebih tinggi

SUMBER: DISARIKAN DARI HASIL WAWANCARA NARASUMBER