Stok Bapok Kalteng Tetap Aman

oleh

PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pergerakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai terasa di sejumlah pasar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Namun di tengah meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan, Pemerintah Provinsi Kalteng memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan pasokan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

bannerads728x90

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan terhadap fluktuasi harga yang terjadi di pasar. Upaya pengawasan distribusi dan ketersediaan barang terus dilakukan agar rantai pasok tetap berjalan lancar serta mencegah potensi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Norhani, menjelaskan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas pangan tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi. Sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, cabai, dan bawang memang mengalami penyesuaian harga dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi tersebut lebih banyak dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

“Lonjakan harga yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan menjelang Idulfitri, bukan semata-mata karena faktor kenaikan BBM,” ujarnya, Senin (16/3).

Selain faktor permintaan, kondisi cuaca juga sempat memengaruhi kelancaran distribusi komoditas dari daerah pemasok. Hal ini berdampak pada pasokan barang di pasar, terutama untuk komoditas yang sebagian besar masih didatangkan dari luar wilayah Kalteng.

Norhani menambahkan, kenaikan biaya logistik turut memberikan pengaruh terhadap harga di tingkat pedagang maupun konsumen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar pasokan pangan di Kalteng masih bergantung pada distribusi dari daerah lain, terutama dari Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, pemerintah memastikan situasi tersebut masih dalam batas yang wajar dan dapat dikendalikan selama ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga di pasar.

Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi daerah, pemerintah provinsi bersama berbagai pihak terkait terus melakukan langkah pengendalian melalui pengawasan pasar secara berkala serta pelaksanaan program intervensi seperti pasar murah dan Gerakan Pangan Murah.

“Langkah-langkah ini dilakukan agar harga tetap stabil dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik,” kata Norhani.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap masyarakat Kalteng dapat menjalani Ramadan hingga Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok di pasaran. (ovi)