RSUD Doris Sylvanus Hadapi Kelebihan Kapasitas Pasien

oleh

PALANGKA RAYA–Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengungkapkan RSUD Doris Sylvanus saat ini menghadapi persoalan kelebihan kapasitas pasien yang berdampak pada panjangnya antrean sejumlah layanan kesehatan.

bannerads728x90

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan, tingginya jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Doris menjadi salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di daerah.

Menurutnya, rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut hanya memiliki sekitar 375 tempat tidur dan kapasitasnya tidak dapat ditambah secara sembarangan karena harus memenuhi standar pelayanan kesehatan.

“RSUD Doris memiliki sekitar 375 tempat tidur dan saat ini tidak memungkinkan untuk ditambah lagi karena ada standar jarak dan kapasitas ruangan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Suyuti menjelaskan tingginya beban pelayanan terlihat dari jumlah kunjungan pasien poliklinik yang mencapai sekitar 650 orang setiap hari.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah layanan mengalami antrean panjang.

Bahkan untuk pemeriksaan CT Scan, antrean pasien sempat mencapai tiga bulan sebelum akhirnya berkurang setelah adanya dukungan layanan dari rumah sakit lain.

Selain itu, keterbatasan kapasitas tempat tidur juga berdampak pada pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD), di mana pasien terkadang harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan ruang perawatan.

“Kalau terjadi penumpukan pasien, antrean di UGD bisa berlangsung lama karena menunggu ketersediaan tempat tidur,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena masih banyak kasus yang dirujuk ke RSUD Doris, termasuk kasus-kasus yang seharusnya dapat ditangani di rumah sakit kabupaten maupun rumah sakit regional.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota, termasuk pemerataan tenaga spesialis serta peralatan medis, guna mengurangi beban pelayanan di RSUD Doris Sylvanus.

“Harapannya pasien yang dirujuk ke RSUD Doris benar-benar kasus yang membutuhkan layanan rujukan tingkat lanjut sehingga pelayanan dapat lebih optimal,” tandasnya. (*rif/ans)