Kirim Bantuan Helikopter dan Ribuan Alat Pemadam
PALANGKA RAYA-Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah sebelumnya meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8).
Di Posko Satuan Tugas Udara Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di wilayah tersebut. Rapat dibuka dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya yang memperkenalkan para pejabat yang hadir. Sejumlah pejabat negara tampak hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo. Turut hadir pula Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Panglima Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal Zainul Arifin, serta Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Iwan Kurniawan.


“Setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, telah hadir beberapa menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalimantan Tengah,” kata Teddy saat membuka rapat.
Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, memaparkan perkembangan penanganan karhutla di wilayahnya.
Ia melaporkan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas atau hotspot serta 1.639 kejadian karhutla. Dari total 7.634,46 hektare lahan terbakar berdasarkan hasil analisis satelit Kementerian Kehutanan, Satgas Darat telah berhasil menangani seluas 4.499,21 hektare.
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib.
Ahmad Toyib menambahkan, Provinsi dan Seluruh Kabupaten/Kota telah menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 10.700 personel gabungan dari BPBD, Dinas Kehutanan, Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) telah dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.
Guna memperkuat operasi di lapangan, Ahmad Toyib menyampaikan permohonan bantuan secara langsung kepada Kepala Negara.
“Kami sangat mengharapkan adanya dukungan tambahan, terutama penambahan 2 hingga 3 unit helikopter water bombing untuk melengkapi 4 unit yang sudah beroperasi saat ini, serta tambahan 100 hingga 200 unit pompa air guna mendukung efektivitas penanganan karhutla di jalur darat,” ungkap Ahmad Toyib dalam paparannya.
Merespons cepat permohonan tersebut, Presiden Prabowo langsung menyetujui penambahan empat unit helikopter water bombing. Presiden langsung menghubungi pejabat terkait via telepon untuk memastikan seluruh instruksi dan pengiriman bantuan dapat segera direalisasikan tanpa penundaan.
“Segera kirimkan bantuan armada udara dan peralatan darat yang dibutuhkan. Kita tidak boleh membiarkan api terus meluas dan mengancam kehidupan masyarakat. Langkah pemadaman harus dilakukan secepat dan seefektif mungkin,” tegas Presiden Prabowo di sela-sela rapat koordinasi.
Selain armada udara, pemerintah pusat menyalurkan bantuan berupa 100 unit pompa air, 2.000 unit Alat Pelindung Diri (APD), cangkul gepyok, pembuatan sumur bor, serta selang air guna memperkuat operasi pemadaman di jalur darat.
Tidak hanya fokus pada sarana pemadaman, Presiden Prabowo turut memberikan peringatan keras terkait penegakan hukum bagi pihak-pihak yang sengaja membakar lahan.
“Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran lahan. Hukum harus ditegakkan secara tegas, termasuk ancaman pencabutan izin usaha bagi korporasi yang terbukti bersalah,” tegas Prabowo. (hms/nue)

