Keluarga Miliki Peran Penting dalam Menurunkan Stunting

oleh
PIAGAM PENGHARGAAN: Pj Bupati Kapuas H Darliansjah menerima piagam penghargaan pada puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, Hari Anak Nasional ke-40 dan temu kerja TPPS se-Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (5/9). // HMSKMF KAPUAS

KUALA KAPUAS – Penjabat (Pj) Bupati Kapuas H Darliansjah menghadiri puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, Hari Anak Nasional ke-40 dan temu kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (5/9).

bannerads728x90

Saat itu Darliansjah didampingi Sekda Kapuas Septedy. Turut hadir juga Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj Lisdayanti, Ketua DWP Kabupaten Kapuas Apollonia Septedy dan jajaran TPPS Kabupaten Kapuas.

Tujuan rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman stakeholder dan mitra pendukung terhadap penyelarasan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting (PPS) serta mengevaluasi kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan pelaporan PPS.

Darliansjah mengatakan, Harganas merupakan momentum yang tepat untuk kembali menguatkan peran keluarga dalam pembangunan daerah serta sarana yang tepat untuk menggalang dukungan dan komitmen seluruh stakeholder dalam mendukung PPS.

“Keluarga merupakan penentu dan kunci dari kemajuan suatu negara. Maka dari itu, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk menyiapkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing, yang dimulai dari keluarga yang terbebas dari ancaman stunting dengan memperkuat pelaksanaan intervensi spesifik dan intervensi sensitive,” kata Darliansjah.

Untuk itu, dia meminta agar dalam pelaksanaan intervensi serentak harus berbasis data yang mudah diakses oleh seluruh sektor mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. “Keterlibatan pihak swasta juga perlu ditingkatkan di wilayah operasional, khususnya bagi masyarakat sekitar dalam bentuk bantuan nyata untuk sasaran bermasalah gizi dan beresiko stunting,” ungkap Darliansjah.

Sementara itu, Sekda Kapuas Septedy selaku Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten dalam paparannya menyebutkan, bahwa angka prevelensi stunting di Kabupaten Kapuas pada tahun 2023 yakni 16.2 persen. Sedangkan untuk tahun 2024, ditargetkan berada pada angka 14.29 persen.

Dikatakan Septedy, Kabupaten Kapuas telah melaksanakan intervensi serentak bulan Juni dengan cakupan 100 persen dan terdapat 28,16 persen balita bermasalah gizi yang harus diintervensi.

“Proses intervensi masih terus berjalan hingga saat ini menggunakan sumberdaya yang ada, yang mana keterlibatan seluruh sektor masih menjadi tantangan implementasi ISPS secara berkelanjutan,” ucapnya.

Pada kegiatan ini diserahkan juga Piagam Penghargaan kepada Pj Bupati Kapuas H Darliansjah atas dukungan dan partisipasi aktif dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana) serta percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. (hmskmf/art)