PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menunggu arahan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan pemilihan ketua DPD Demokrat Kalteng. Musda tersebut diperkirakan akan digelar setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
Bendahara DPD Partai Demokrat Kalteng, Hatir Sata Tarigan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis dari DPP. Namun secara waktu pelaksanaan, Musda diproyeksikan berlangsung pasca-Lebaran.
“Musda masih menunggu petunjuk dari DPP tapi kemungkinan besar dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri,” ujarnya saat diwawancara, Selasa (27/1).
Terkait sosok yang diharapkan memimpin Demokrat Kalteng ke depan, Hatir menegaskan partai membutuhkan figur yang memiliki kapasitas dan strategi politik kuat.
Pemimpin DPD Demokrat harus mampu mendongkrak perolehan kursi baik di legislatif maupun eksekutif pada pemilu mendatang.
“Sosok atau figur yang diharapkan tentu tokoh yang mumpuni dan mampu menaikkan perolehan kursi, baik di legislatif maupun eksekutif,” kata Hatir.
Dalam konteks pemilihan ketua DPD, Hatir mengakui bahwa internal partai masih berharap H Nadalsyah Koyem bersedia dicalonkan kembali. Ia menilai Nadalsyah merupakan figur sentral yang memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi Demokrat di Kalimantan Tengah.
“Kita memang masih mengharapkan Pak H Nadalsyah untuk bersedia dicalonkan kembali. Beliau sangat punya strategi untuk menambah suara dan kursi, termasuk mempertahankan satu kursi DPR RI,” tegasnya.
Hatir menambahkan, keberhasilan Demokrat Kalteng mempertahankan satu kursi di DPR RI pada Pemilu 2024 tidak terlepas dari peran Nadalsyah. Bahkan, Kalimantan Tengah menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang masih memiliki wakil Demokrat di Senayan.
“Kalsel, Kaltim dan Kalbar semua gagal ke DPR RI. Untuk Kalteng itu tidak lepas dari peran Pak H Nadalsyah,” pungkasnya. (afa/ala)

