PALANGKA RAYA – Menjawab tantangan pelaku UMKM yang bukan hanya sebatas produksi, Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar pelatihan kewirausahaan bagi 28 pelaku usaha mikro di Hotel Putra Kahayan, Jalan Tanggung Tilung I, Rabu (20/8). Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan pasar.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, secara langsung membuka kegiatan tersebut, dan menegaskan pelatihan tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial.

“Pelatihan ini jangan hanya jadi seremonial. Harus bisa menjawab kebutuhan pelaku UMKM, dari hulu ke hilir. Dari hulu mereka diberi pelatihan keterampilan, sementara di hilir harus diarahkan ke pemasaran agar produk benar-benar terserap pasar,” katanya.
Fairid menyebut tantangan terbesar UMKM bukan hanya pada kemampuan memproduksi barang, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha.
Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha untuk memperluas akses permodalan sekaligus memperkuat strategi pemasaran. Ia juga menekankan pentingnya data UMKM yang akurat sebagai dasar perencanaan.
“Jangan sampai yang menerima bantuan justru mereka yang masuk kelompok mampu. Untuk Kota Palangka Raya, ada sekitar 45 ribu orang yang berada di desil 1, 2, dan 3 dari total 315 ribu penduduk. Nah, mereka ini yang harus jadi prioritas,” tegasnya.
Melalui pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP), pemerintah berharap UMKM di Palangka Raya tidak hanya berhenti di tahap produksi, tetapi mampu naik kelas dengan menembus rantai hilir hingga ke pasar.(mut/ans)

