KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) berharap akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Kalimantan Tengah dapat meningkatkan mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan. Proses akreditasi ini mencakup jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
Kepala Disdikpora Gumas, Aprianto, menjelaskan bahwa sosialisasi akreditasi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu bertujuan untuk menilai kelayakan operasional sekolah. Penilaian mencakup aspek fisik bangunan, administrasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.

Kadisdikpora Gumas
“BAN Provinsi Kalteng secara rutin melakukan akreditasi setiap tahun, terutama bagi sekolah-sekolah yang belum terakreditasi,” ujar Aprianto, Senin (30/12).
Ia menambahkan bahwa tim akreditasi akan meneliti berbagai aspek yang masih perlu dilengkapi di sekolah-sekolah tersebut. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi acuan untuk memperbaiki kekurangan, sehingga sekolah dapat berfungsi optimal sebagai tempat belajar.
“Layak fungsi di sini berarti sekolah dapat digunakan sebagai sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa,” jelasnya.
Aprianto juga berharap proses akreditasi ini dapat mendorong sekolah-sekolah untuk berbenah diri dan memperbaiki kekurangan, baik dari segi administrasi, izin operasional, hingga pengadaan alat penunjang pembelajaran.
“Sekolah harus mempersiapkan dokumen seperti sertifikat laik fungsi, termasuk fasilitas pendukung seperti pagar dan toilet. Hal ini sangat penting, terutama bagi sekolah yang berada di tepi jalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa rata-rata sekolah di Kabupaten Gumas telah memperoleh akreditasi A. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong semua sekolah untuk terus meningkatkan standar kualitas dan layanan pendidikan.
“Kami berharap proses akreditasi ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita,” pungkas Aprianto. (nya)

