Di Tengah Efisiensi Ketat, Kalteng Prioritaskan Kepentingan Publik

oleh

PALANGKA RAYA–Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan dinamika ekonomi global, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi realitas fiskal yang tidak ringan. Anggaran daerah yang sebelumnya mencapai sekitar Rp10,4 triliun kini turun menjadi Rp5,3 triliun. Belanja modal langsung yang semula berkisar Rp6 triliun pun menyusut tajam menjadi sekitar Rp1,6 triliun.

bannerads728x90

Meski demikian, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran memastikan, program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tidak akan dihentikan. “Bayangkan, dari Rp10,4 triliun menjadi Rp5,3 triliun. Belanja modal langsung tinggal Rp1,6 triliun. Ini tantangan besar, tapi tidak mematahkan semangat kami untuk bekerja,” tegas Gubernur, Selasa (31/3).

ARIEF PRATHAMA/ KALTENG POS
ARAHAN: Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan arahan saat memimpin Apel Besar dan Halal Bihalal 1 Syawal 1447 H ASN lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Selasa (31/3).

Ia menekankan sektor kesehatan, pendidikan, serta berbagai bantuan sosial tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Bantuan pangan, bantuan tunai, santunan kematian, dan program kesejahteraan lainnya dipastikan tetap berjalan.

“Kita tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik, terutama sektor yang menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi fiskal yang menyempit harus dijawab dengan kerja yang lebih cerdas, inovatif, dan terukur. Seluruh ASN diminta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“ASN harus hadir sebagai solusi. Bekerja lebih efektif dan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan agar penyaluran bantuan sosial diawasi ketat. Ia meminta aparatur memastikan penerima manfaat sesuai kriteria dan tidak terjadi penyimpangan. “Yang tidak tepat sasaran, tarik kembali kartunya. Yang berhak tapi belum menerima, pastikan mereka mendapatkan haknya,” tegasnya.

Selain faktor efisiensi anggaran, ia menyinggung tantangan eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan dampak geopolitik yang turut memengaruhi stabilitas fiskal daerah. Namun ia optimistis Kalteng mampu bertahan dan tetap tumbuh dengan kekuatan kebersamaan.

“Tantangan ke depan tidak mudah. Tapi kita harus optimistis dan bijak menyikapinya. Kalau kita kompak, saya yakin kita bisa,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru, menurutnya, situasi ini menjadi momentum memperkuat disiplin, integritas, dan inovasi birokrasi.

“Kita syukuri yang ada. Dengan semangat dan kebersamaan, kita tetap bisa membangun Kalimantan Tengah yang lebih baik,” pungkasnya. (ovi/ans)