DI TENGAH perubahan global yang berlangsung semakin cepat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi pusat pendidikan. Universitas juga dituntut menjadi motor penggerak inovasi, penghasil sumber daya manusia unggul, serta mitra strategis pembangunan daerah dan nasional.
Kesadaran akan tantangan tersebut mendorong Prof. Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D. mengusung manifesto kepemimpinan “Borneo Impact and Global Recognition”, sebuah visi besar yang diarahkan untuk membawa Universitas Palangka Raya (UPR) semakin kuat berakar pada nilai-nilai lokal Kalimantan Tengah, sekaligus semakin diakui di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai Guru Besar bidang Pariwisata di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, Prof. Bhayu memiliki rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang tidak diragukan.

Dekan FISIP UPR dan Bakal Calon Rektor UPR 2026–2030
Pendidikan internasional ditempuh di Inggris melalui University of Wolverhampton untuk jenjang magister dan University of Central Lancashire untuk program doktoral.
Pengalaman tersebut kemudian diperkaya melalui perannya sebagai Dekan FISIP UPR, asesor nasional, serta peneliti yang aktif menghasilkan publikasi internasional bereputasi.
Namun bagi Prof. Bhayu, pengakuan akademik bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana perguruan tinggi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, melalui visi Borneo Impact and Global Recognition, pengembangan UPR diarahkan menjadi perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang, memiliki daya saing global, sekaligus memberikan dampak langsung bagi kemajuan Kalimantan Tengah.
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah program strategis yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi dan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Fokus utamanya meliputi penguatan tata kelola universitas yang profesional dan akuntabel, transformasi digital menuju smart campus, peningkatan mutu akademik dan riset, pengembangan infrastruktur pembelajaran yang modern, serta perluasan kemitraan strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Di antara berbagai program yang ditawarkan, perhatian terhadap mahasiswa menjadi salah satu prioritas utama. Prof. Bhayu menilai bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya.
Oleh karena itu, perluasan akses pendidikan tinggi harus menjadi agenda bersama.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, sebuah inisiatif yang sejalan dengan agenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat.

CHINA AND UNIVERSITY OF PALANGKA RAYA, INDONESIA.
Program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi generasi muda Kalimantan Tengah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pendidikan tinggi.
Melalui skema tersebut, UPR tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan memiliki daya saing global, tetapi juga menjadi instrumen mobilitas sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Tengah secara lebih luas. Pendidikan tinggi, dalam perspektif ini, bukan sekadar menghasilkan ijazah, melainkan membuka peluang, memperkuat kapasitas keluarga, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Di era ketika reputasi perguruan tinggi semakin ditentukan oleh kemampuan berkolaborasi, berinovasi, dan memberikan dampak nyata, Prof.
Bhayu meyakini bahwa UPR memiliki modal besar untuk berkembang lebih jauh. Dengan kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, serta posisi strategis Kalimantan Tengah sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia, UPR memiliki peluang untuk menjadi pusat keunggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga diperhitungkan secara global.

Institute Sungkyunkwan University, South Korea.
Pada akhirnya, visi Borneo Impact and Global Recognition bukan semata tentang meningkatkan peringkat atau memperluas jejaring internasional.
Lebih dari itu, visi ini merupakan upaya menghadirkan universitas yang tetap berakar kuat pada identitas lokal, menjunjung tinggi nilai Huma Betang, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan dunia.
Dengan menjadikan integritas sebagai fondasi, kolaborasi sebagai kekuatan, dan dampak sebagai tujuan, UPR diharapkan semakin kokoh sebagai kampus kebanggaan Kalimantan Tengah—berakar lokal, berdampak regional, dan memperoleh pengakuan global.
Informasi lebih lanjut: www.bhayurhama.com

Inggris



