Bapperida Kalteng Ikut Partisipasi Penanganan Karhutla

oleh

PALANGKA RAYA- Kondisi atmosfer yang relatif kering juga masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi musim kemarau serta pengaruh El Niño kategori sangat kuat turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan potensi meluasnya sebaran kabut asap.

bannerads728x90

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diintensifkan.

Melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pemerintah bersama seluruh unsur terkait mengoptimalkan upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla di berbagai wilayah di Tambun Bungai.

Puluhan ribu personel gabungan disiagakan di seluruh Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) dan regu pemadam darat di wilayah Kalimantan Tengah.

Personel tersebut terdiri atas unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, relawan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta kelompok masyarakat. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, guna memantau perkembangan titik api dan melakukan penanganan kondisi lapangan.

Tim BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah terus melanjutkan giat penanganan kebakaran hutan dan lahan disejumlah daerah, sesuai lokasi penugasan. Dengan melakukan penyisiran, menyiapkan peralatan, dan melaksanakan pemadaman ringan/ pendinginan dengan suplai air dari tandon dan sumur bor yang tersedia.

Api berhasil sepenuhnya dipadamkan, meski masih menyisakan asap tipis di tanah gambut bekas kebakaran.

Semangat dan kerja keras ini menjadi wujud nyata komitmen Bapperida dalam menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran SIKom mengatakan bahwa ditengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, pihaknya terus memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak.

“Kita tidak hanya menginstruksikan penyaluran bantuan, tetapi terus turun kelapangan langsung menemui warga. Bantuan pangan dibawa hingga ke sejumlah desa di sejumlah Wilayah di Kalteng,”katanya beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang ikut merasakan dampak dari karhutla yang masih melanda sejumlah kawasan.

Agustiar menegaskan bahwa masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah merupakan bagian dari perhatian pemerintah. Karena itu, jangkauan bantuan terus diperluas hingga ke desadesa. (hms/nue)