Tuntutan Warga Belum Bisa Dipenuhi PT HMBP

oleh

Polda Kalteng Patroli Gabungan di Desa Bangkal

bannerads728x90

PALANGKA RAYA-Guna mencegah kondisi tidak memanas dan menjaga kondusivitas kamtibmas di PT Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP), Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan tim gabungan untuk melakukan patroli di lokasi tersebut.

Tim gabungan tersebut, terdiri dari dua peleton personel Satbrimob Polda Kalteng, dua peleton personel Ditsamapta dan 15 personel Polres Seruyan.

Patroli tim gabungan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Kalteng, Kombes Pol Tory Kristianto, didampingi oleh Dansatbrimob, Kombes Pol Pria Premos, Dirsamapta, Kombes Pol Cahyo Widiarso dan Kabidhumas, Kombes Pol Erlan Munaji.

“Personel telah kami terjunkan ke lokasi dengan misi apabila kembali terjadi situasi memanas, maka kami akan mengambil langkah evakuasi masyarakat sekitar,”kata Kapolda Kalteng, Irjen Pol Nanang Avianto, melalui Kabidbumas, Kombes Pol Erlan Munaji, Jumat (22/9).

Erlan menyebut, warga menuntut PT HMBP I memberikan 20 persen plasma dari luasan hak guna usaha (HGU) lahan inti. Selain itu, warga Desa Bangkal menuntut lahan yang berstatus di kawasan hutan dengan luas kurang lebih 1.175 hektare untuk dikelola mandiri oleh warga. Mereka juga meminta kiri kanan jalan negara, pinggir danau dan sungai kurang lebih 500 meter yang masuk areal PT HMBPI.

“Sedangkan, kami (Polda Kalteng, red) membantu perusahaan dan masyarakat untuk bermediasi. Hasil awal, perusahaan hanya bisa memberikan 235 hektare dari 1.175 hektare. Namun, tawaran itu ditolak warga. Mereka meminta lagi 443 hektare. Akhirnya tidak ketemu hasilnya,”tegas Erlan kepada Kalteng Pos, Jumat (22/9).

Erlan mengaku bahwa Polri menyayangkan tindakan masyarakat yang ingin menerobos barikade dengan mencoba menabrakkan mobil pikap. Karena itu, pihak kepolisian mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata. Setelah itu, pada malam hari masyarakat membakar fasilitas umum.

“Ini yang sangat disayangkan kepolisian sehingga melakukan pengamanan. Seperti melakukan pembakaran fasilitas umum seperti koperasi dijarah, akses anak-anak sekolah ditutup, kemudian camp guru atau rumah-rumah guru dibakar dijarah, dan juga camp karyawan juga,” tegasnya.

Karena inilah pihak kepolisian berkomitmen melakukan penyelidikan terhadap perusakan.

Kepolisian mengingatkan kepada warga untuk tidak melakukan hal yang melawan hukum dan meminta agar tidak mudah terprovokasi dari pihak lain. Kepolisian juga saat ini sedang melakukan trauma healing terhadap warga sipil dan anak-anak yang masih ketakutan.(irj/ram)