Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Insiden Kecelakaan Penerbangan

oleh

PALANGKA RAYA-PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi insiden kecelakaan penerbangan melalui Airport Emergency Exercise (AEE) yang digelar di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Selasa (28/7).

bannerads728x90

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap dua tahun itu melibatkan berbagai instansi guna memastikan proses penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur.

KESIAPSIAGAAN: PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Tjilik Riwut menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat penerbangan, Selasa (28/7).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Dermawan mengatakan, latihan kesiapsiagaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap bandar udara sebagai bagian dari pemenuhan standar keselamatan penerbangan.

Ia menjelaskan, Bandara Tjilik Riwut yang masuk kategori bandara kecil diwajibkan melaksanakan Airport Emergency Exercise satu kali dalam dua tahun. Kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan seluruh personel dan instansi yang tergabung dalam Airport Emergency Committee (AEC) ketika menghadapi keadaan darurat di bandar udara.

Kegiatan ini memang wajib dilakukan oleh bandar udara. Kebetulan Bandara Tjilik Riwut masuk kategori bandara kecil sehingga dilaksanakan satu kali dalam dua tahun, ujarnya.

Menurut Made, penanganan insiden penerbangan tidak dapat dilakukan hanya oleh pengelola bandara. Karena itu, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur eksternal, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, hingga instansi terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya, kata Made, fokus utama yang diuji bukan hanya kemampuan teknis evakuasi, tetapi juga efektivitas komunikasi, koordinasi, dan komando atau 3C yang menjadi kunci keberhasilan penanganan keadaan darurat. (rif/ala)