Hari Pertama SPMB SMKN 3 Palangka Raya Diserbu Pendaftar
PALANGKA RAYA – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 3 Palangka Raya berlangsung ramai. Penerapan sistem antrean wawancara secara daring (online) yang baru diterapkan tahun ini ternyata mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Bahkan, hanya dalam hitungan menit setelah dibuka, kuota antrean untuk sejumlah jurusan favorit langsung terpenuhi.
Kepala SMKN 3 Palangka Raya, Rahmi Kurnia Handayani, mengungkapkan bahwa pengambilan nomor antrean wawancara dibuka sejak pukul 05.00 WIB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih dilakukan secara manual di sekolah, kini calon peserta didik cukup mendaftar dari rumah melalui sistem online.
“Hari ini merupakan hari pertama kita menggunakan nomor antrean secara online. Jam lima pagi tadi dibuka, rata-rata langsung penuh. Untuk hari ini kami membatasi 100 peserta per jurusan,” ujarnya, Senin (22/6).

Menurut Rahmi, antusiasme masyarakat yang tinggi memang sempat membuat sebagian orang tua khawatir tidak terlayani. Namun pihak sekolah memastikan seluruh calon peserta didik tetap memiliki kesempatan yang sama selama mengikuti prosedur dan bersabar menunggu jadwal yang telah ditentukan.
“Kami terus berusaha menenangkan masyarakat. Semua akan terlayani dengan baik, asalkan sabar.
Teman-teman di sekolah juga tidak mempersulit. Setelah mendaftar online, mereka datang ke sekolah untuk verifikasi formulir, kemudian diarahkan ke tahap wawancara,” jelasnya.
Pada tahun sebelumnya, tahapan wawancara hanya sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk memastikan kesesuaian pilihan jurusan calon siswa. Namun, Rahmi menegaskan bahwa di SPMB tahun ini, wawancara menjadi salah satu poin penentu nilai seleksi.
“Wawancara ini penting karena kami perlu memastikan standar yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kalau di tabuh sebelumnya wawancara hanya sebagai persyaratan, di tahun ini mendapatkan poin nilai,” katanya.
Hal yang menarik, wawancara tersebut tidak hanya melibatkan calon siswa, tetapi juga orang tua. Meski pertanyaan ditujukan kepada anak, kehadiran orang tua dinilai penting agar memahami dan bertanggung jawab terhadap pilihan jurusan yang diambil.
“Harapan kami, anak benar-benar yakin dengan jurusan pilihannya. Jangan sampai memilih karena dipaksakan orang tua. Karena kalau anak dipaksakan, itu tidak bagus. Orang tua juga harus ikut bertanggung jawab atas keputusan tersebut,” tegas Rahmi.
Untuk mendukung kenyamanan selama proses penerimaan, pihak sekolah melakukan sejumlah pembenahan. Jika sebelumnya antrean mengular hingga menutup akses jalan di depan sekolah, kini alur pelayanan dipindahkan ke sisi samping sekolah. Kursi tunggu bagi orang tua juga telah disediakan, lengkap dengan blower untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat cuaca panas.
“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan. Kalau masih ada kekurangan di sana-sini tentu kami evaluasi, karena kami juga manusia. Tapi prinsipnya, kami tetap melayani dengan sebaik mungkin,” tuturnya.
SMKN 3 Palangka Raya tahun ini membuka penerimaan melalui tiga jalur, yakni jalur reguler, afirmasi, dan domisili. Sekolah tersebut memiliki enam kompetensi keahlian, yakni Kuliner, Kecantikan, Perhotelan, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Usaha Layanan Wisata, serta Desain dan Produksi Busana.
Adapun daya tampung yang tersedia mencapai 396 peserta didik. Sebagian besar jurusan membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 72 siswa per jurusan atau masing-masing 36 siswa per kelas. Sementara jurusan Perhotelan hanya membuka satu rombel dengan kapasitas 36 siswa.
Dari pantauan hari pertama, Rahmi menyebut jurusan Kecantikan dan Kuliner menjadi primadona calon peserta didik. Kedua jurusan tersebut bahkan mencatat rekor tersendiri karena kuota antrean wawancara sebanyak 100 orang langsung habis hanya dalam waktu sekitar 10 menit sejak sistem dibuka.
“Kalau tadi pagi saya lihat, sekitar 10 menit setelah dibuka, Kecantikan dan Kuliner langsung penuh 100 pendaftar. Tetapi sebenarnya hampir semua jurusan diminati,” ungkapnya.
Kuota antrean wawancara sebanyak 100 peserta per jurusan itu diberlakukan setiap hari selama masa pelaksanaan SPMB, yakni pada 22 hingga 25 Juni. Meski demikian, Rahmi menegaskan bahwa nomor antrean bukan penentu diterima atau tidaknya peserta didik, melainkan hanya untuk mengatur ketertiban pelayanan.
Dengan sistem baru yang lebih tertata, SMKN 3 Palangka Raya berharap proses penerimaan siswa baru tahun ini berjalan lebih nyaman, tertib, serta mampu membantu siswa memilih jurusan yang benar-benar sesuai dengan minat dan bakat mereka.
“Yang terpenting, anak-anak masuk ke jurusan yang memang mereka sukai dan mereka pahami. Karena dari situlah proses belajar akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Di antara ratusan wajah penuh harap itu, tampak Nurrahmawati, siswi lulusan MTs Daarul Muhajirin, yang dengan mantap memilih jurusan Perhotelan sebagai jalan menuju masa depannya.
Perempuan yang akrab disapa Rahma itu sudah berada di lingkungan sekolah sejak pukul 07.00 WIB. Meski harus menunggu cukup lama sebelum dipanggil mengikuti wawancara, semangatnya tidak surut sedikit pun. “Datang dari jam tujuh. Wawancaranya sekitar jam delapan atau setengah delapan,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, proses wawancara bukan sesuatu yang menegangkan. Ia mengaku pertanyaan yang diajukan guru lebih banyak menggali alasan memilih jurusan, cita-cita, hingga rencana yang ingin diraih setelah lulus nanti. “Ditanya alasan masuk Perhotelan, tujuan masuk SMK, sama cita-cita. Ada tes juga,” katanya. (zia/ala)

