PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sistem Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pengawasan menjadi perhatian utama mengingat terdapat sejumlah tantangan dalam memastikan pegawai tetap produktif saat bekerja dari rumah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengungkapkan salah satu kekhawatiran utama dalam penerapan WFH adalah aspek pengawasan terhadap pegawai.

Ia menyebut pekerjaan yang dilakukan secara daring tidak mudah dikendalikan sehingga diperlukan pemantauan yang lebih intensif.
“Kecenderungan kita itu pada pegawai WFH, apakah telah melaksanakan pekerjaan atau belum. Karena pekerjaan secara online ini pengendaliannya tidak mudah, jadi masih dalam pantauan,” ujarnya, Senin (1/6).
Arbert menjelaskan, untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan, pengawasan terhadap pegawai yang menjalankan WFH dilakukan oleh atasan langsung di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Untuk Pengawasannya dan pendistribusian pekerjaan dilakukan oleh atasan secara langsung kepada yang bersangkutan, sehingga selama melaksanakan WFH bukan malah keluar ke mana-mana, tetapi tetap melaksanakan pekerjaan dari rumah,” katanya.
Lebih lanjut, Arbert menuturkan tidak semua jenis pekerjaan dapat dilaksanakan dari rumah. Beberapa tugas, seperti pekerjaan operator komputer, memang memungkinkan untuk dilakukan secara daring. Namun, kesiapan perangkat pendukung masih menjadi salah satu kendala yang harus dipertimbangkan pemerintah daerah.
“Seperti operator ini, dia harus membawa laptop dari kantor ke rumah, itu juga menjadi pertimbangan kita. Karena harus menyediakan perangkat yang memungkinkan mereka bekerja dari rumah,” jelasnya.
Selain faktor sarana, Arbert menilai volume pekerjaan di sejumlah unit kerja saat ini juga belum terlalu tinggi. Kondisi tersebut membuat penerapan WFH secara penuh belum menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian pekerjaan masih dapat dijadwalkan dan diselesaikan dalam waktu yang lebih fl eksibel. Karena itu, Pemko Palangka Raya masih terus mengevaluasi efektivitas sistem WFH sambil memastikan produktivitas dan disiplin ASN tetap terjaga. (afa/ans)

