“Jabatan Bukan untuk Merasa Jadi Bos, tetapi Pelayan Rakyat”

oleh

Pesan Gubernur Kalteng kepada Pejabat Pemprov Kalteng

bannerads728x90

PALANGKA RAYA–Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran melantik dan mengambil sumpah/janji enam pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng di Istana Isen Mulang Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (26/5).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penguatan birokrasi dan penyegaran organisasi perangkat daerah guna meningkatkan efektivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan pengabdian.

AMANAH BARU: Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran melantik enam pejabat eselon II di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5).

“Saudara-saudara adalah orang-orang pilihan, hasil dari seleksi terbuka yang objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia mengingatkan, sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Amanah dan kepercayaan besar itu saya minta dijawab dengan kerja keras, kerja nyata, dan kerja tulus untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur meminta seluruh pejabat yang dilantik mampu menunjukkan dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah untuk menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalteng.

JABATAN Menurutnya, setiap program dan kegiatan perangkat daerah harus berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, serta selaras dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam mendukung Program Unggulan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

“Setiap program kegiatan harus dijalankan dengan baik, terukur, efisien, dan tepat sasaran untuk mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni: Eko Sulistiono, S.STP., M.AP., CGCAE sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I pada Inspektorat dilantik menjadi Inspektur Daerah Provinsi Kalteng. Muhammad Reza Prabowo, S.I.P., MPA sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kalteng.

Agus Candra, S.T., M.T.sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga  dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Rangga Lesmana, S.I.P., M.M. sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng dilantik menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah.

Betri Susilawati, S.Pi.sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah dilantik menjadi Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah.

Dr. Rus’ansyah, S.Ag., M.Pd. sebelumnya menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah dilantik menjadi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.

Usai pelantikan, Gubernur menjelaskan proses pengisian jabatan dilakukan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku. Menurutnya, seluruh proses telah melalui seleksi terbuka, tahapan administrasi, hingga persetujuan dari kementerian terkait dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ini mengikuti peraturan yang sudah berjalan. Sebelum sampai sekarang tentunya ada tahapannya. Harus ke Menteri Dalam Negeri dulu, ke BKN dulu, baru kemudian ada pelantikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya pelantikan sempat direncanakan lebih awal. Namun, pemerintah provinsi masih menunggu proses administrasi dan persetujuan terhadap sejumlah pejabat lainnya yang masih dalam tahapan seleksi terbuka atau job fit.

“Seharusnya kemarin, tapi karena ada beberapa yang masih proses, jadi kami tunggu supaya bisa berjalan sesuai mekanisme,” katanya.

Gubernur juga menegaskan dirinya terlibat langsung dalam proses wawancara dan penilaian terhadap pejabat yang mengikuti seleksi. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tercipta keselarasan antara pimpinan daerah dan pejabat yang akan menjalankan roda pemerintahan.

“Kami ikut sendiri, karena kami ingin antara pemimpin dan yang dipimpin itu ada chemistry. Jadi kami bertemu langsung, wawancara individu maupun kelompok,” ucapnya.

Ia mengatakan, proses seleksi tidak hanya mengandalkan tim teknis dari perguruan tinggi maupun kementerian, tetapi juga mempertimbangkan kecocokan visi pembangunan daerah serta kemampuan pejabat dalam menjalankan amanah jabatan.

Agustiar menyebut penyegaran birokrasi akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan hasil evaluasi kinerja.

“Penyegaran, penyegaran, penyegaran. Bisa saja enam bulan, bisa saja lebih cepat, tergantung kebutuhan dan evaluasi,” tegasnya.

Ia berharap pejabat yang dilantik benar-benar memahami amanah yang diberikan dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Kami ingin yang dilantik itu tahu apa yang diamanahkan. Jabatan itu bukan untuk merasa menjadi bos, tetapi pelayan masyarakat. Yang utama adalah bagaimana bisa bekerja dan membawa manfaat bagi rakyat,” tandasnya.

Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus memperkuat kekompakan, sinergi, dan kolaborasi dalam membangun Bumi Tambun Bungai yang berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Usai pelantikan, Reza Prabowo menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran atas besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya. Ia menegaskan, jabatan definitif yang diterimanya bukan sekadar penghargaan karier, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan keberpihakan terhadap masyarakat.

“Semakin besar kepercayaan yang diberikan, tentu semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan pendidikan Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia mengatakan, dunia pendidikan tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pendidikan di Kalteng mampu berkembang lebih maju, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Karena itu, Reza menegaskan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng akan membuka ruang seluas-luasnya terhadap berbagai masukan, kritik, dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari evaluasi pembangunan pendidikan daerah.

“Saya mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Dampingi kami, beri masukan kepada kami. Semua saran yang membangun akan kami himpun dan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti bersama sesuai arahan Bapak Gubernur,” katanya.

Dalam keterangannya, Reza juga menyinggung salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalteng yang menjadi perhatian khusus Gubernur saat pelantikan berlangsung, yakni implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera.

Program tersebut, kata dia, akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat pelayanan pendidikan dan mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya peserta didik di Kalteng. Implementasi program itu nantinya akan menjadi bagian dari fokus utama Dinas Pendidikan ke depan.

“Tadi Pak Gubernur juga mengingatkan terkait implementasi Kartu Huma Betang. Itu menjadi salah satu prioritas yang akan kami jalankan di Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rangga Lesmana, kini resmi mengemban amanah sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Kalteng.

“Pesan dan amanah dari Bapak Gubernur tentu akan kami laksanakan sebaik mungkin. Kami juga mohon dukungan dari semua pihak agar tugas ini bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Terkait target kerja dalam 100 hari pertama, Rangga mengatakan fokus utama tetap pada peningkatan pelayanan biro umum kepada pimpinan daerah.

Menurutnya, berbagai hal yang selama ini sudah berjalan baik akan dipertahankan, sementara sejumlah aspek yang masih perlu pembenahan akan segera dievaluasi dan disempurnakan.

“Karena tugas Biro Umum itu berkaitan dengan pelayanan kepada pimpinan, maka apa yang sudah baik akan dilanjutkan. Tetapi kalau ada yang perlu diperbaiki tentu akan segera kami benahi,” katanya.

Saat ditanya mengenai statusnya sebagai Plt Kepala Diskominfosantik, Rangga belum memberikan kepastian dan menyebut masih menunggu keputusan lebih lanjut.

“Kita tunggu saja kabarnya,” ucapnya singkat.

Rangga juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan kariernya di pemerintahan. Ia mengaku tidak menyangka perjalanan dari pernah menjabat lurah di Kabupaten Kotawaringin Barat hingga kini dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Pemprov Kalteng.

“Semua ini tidak lepas dari doa orang tua, keluarga, dan tentu kepercayaan dari Bapak Gubernur. Itu menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik demi Kalimantan Tengah,” tandasnya. (ovi/*rif/ala)